Image default
Fatwa UK Menjawab

Pertanyaan: Apakah do’a bisa menolak takdir?

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

شرع الله سبحانه الدعاء وأمر به

السؤال التاسع من الفتوى رقم (8946):

س 9: هل الدعاء يرد القضاء؟

ج 9: شرع الله سبحانه الدعاء وأمر به, فقال: وقال ربكم ادعوني أستجب لكم وقال: وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فإذا فعل العبد السبب المشروع ودعا فإن ذلك من القضاء فهو رد القضاء بقضاء إذا أراد الله ذلك, وقد ثبت في الحديث الصحيح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: إن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه ولا يرد القدر إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

 

 

Allah Mensyariatkan Do’a dan Memerintahkan agar Berdo’a Kepada-Nya      

 

Pertanyaan kesembilan dari fatwa nomor 8946:

 

Pertanyaan: Apakah do’a bisa menolak takdir?

 

Jawab: Allah subhanahu wata’ala mensyariatkan do’a dan memerintahkan agar berdo’a kepada-Nya, Allah berfirman: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” Dia juga berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”

Jika seseorang melakukan sebab yang disyariatkan dan berdo’a maka sesungguhnya hal itu termasuk takdir yang bisa menolak takdir dengan takdir pula jika Allah menghendakinya. Dalam hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: sesungguhnya seorang hamba diharamkan dari rezki disebabkan dosanya, tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali do’a dan tidak menambah umur kecuali (amal) kebajikan.

 

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

 

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

 

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Berdo’a kepada Allah dengan Nama-Nama-Nya yang Husna dan Bertawasul dengannya adalah perbuatan yang disyariatkan dalam agama Islam

Klik UK

(Hukum) Bersumpah dengan Kuburan

Klik UK

Menggantungkan Ayat-ayat al-Qur’an pada Orang Sakit dengan Harapan Mendapat Kesembuhan

Klik UK