Image default
Fatwa

Hukum Menyembelih Hewan untuk Mayit yang Dianggap Wali Allah

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

حكم الذبح للميت الذي يدعي أنه ولي الله

الفقرة الثالثة من الفتوى رقم (4770):

س: ما هو حكم الذبح للميت الذي يدعي أنه ولي الله ويبنى عليه الجدران؟

ج: الذبح لمن ذكرت من الميت الذي يدعي أنه ولي لله نوع من أنواع الشرك, وذابحها للولي مشرك ملعون, وهي ميتة يحرم على المسلم الأكل منها; لقوله تعالى: حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل لغير الله به والمنخنقة والموقوذة والمتردية والنطيحة وما أكل السبع إلا ما ذكيتم وما ذبح على النصب ولما ثبت عن علي رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لعن الله من ذبح لغير الله.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

 

Hukum Menyembelih Hewan untuk Mayit yang Dianggap Wali Allah        

 

Pertanyaan ketiga dari fatwa nomor 4770:

 

Pertanyaan: Apa hukum menyembelih hewan untuk mayyit yang dianggap wali Allah dan membangun dinding-dinding di makamnya?

 

Jawab: Menyembelih hewan untuk mayit sebagaimana yang anda sebutkan yang dianggap wali Allah termasuk syirik. Orang yang menyembelihnya untuk wali tersebut adalah orang musyrik yang dilaknat. Hewan yang disembelih merupakan bangkai yang haram dimakan oleh orang Islam berdasar firman Allah ta’ala: “Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kalian menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” Dan berdasarkan riwayat dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah melaknat orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah.

 

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

 

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

 

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Kalimat Laa Ilaha Illallah Salah Satu Asas Rukun Islam

Klik UK

Tidak Diperbolehkan Pergi ke Gereja untuk Pengobatan Kerasukan Jin

Klik UK

Menggantungkan Ayat-ayat Al-Qur’an dengan Mengharap Penjagaan dan Kesembuhan

Klik UK