Image default
Fatwa

Tidak Mengapa Ruqyah selama Tidak Berupa Kesyirikan

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

لا بأس بالرقى ما لم تكن شركا

السؤال الأول من الفتوى رقم (3189):

س 1: ما هو حكم الرقى والتمائم؟

ج 1: الرقية مشروعة إذا كانت بالقرآن أو بأسماء الله الحسنى وبالأدعية المشروعة وما في معناها، مع اعتقاد أنها أسباب، وأن مالك الضرر والنفع والشفاء هو الله سبحانه؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: لا بأس بالرقى ما لم تكن شركا وقد رقى ورقي عليه عليه الصلاة والسلام.

أما الرقى المنهي عنها فهي الرقى المخالفة لما ذكرنا، كما صرح بذلك أهل العلم. أما تعليق التمائم فلا يجوز سواء كانت من القرآن أو من غيره؛ لعموم الأحاديث الواردة في ذلك.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

Tidak Mengapa Ruqyah selama Tidak Berupa Kesyirikan   

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor 3189.

Pertanyaan: Apa hukum ruqyah dan tamimah?

Jawaban: Ruqyah disyariatkan jika dengan al-Qur’an, nama-nama Allah yang Husna dan do’a-do’a yang disyariatkan serta apa yang semakna dengannya, disertai keyakinan bahwa hal itu hanya sebagai sebab dan yang memiliki mudharat dan manfaat serta kesembuhan adalah Allah subhanahu, berdasarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tidak mengapa ruqyah selama tidak berupa kesyirikan” sungguh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meruqyah dan diruqyah.

Adapun ruqyah yang dilarang yaitu ruqyah yang menyelisihi apa yang kami sebutkan, sebagaimana dijelaskan ahlul ilmi.

Adapun menggantungkan tamimah (jimat), hukumnya tidak boleh, sama saja berasal dari al-Qur’an atau selainnya; berdasarkan keumuman hadits-hadits yang diriwayatkan dalam perkara itu.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil ketua     : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Hukum Membakar Rerumputan atau Dedaunan untuk Mengobati Sakit karena ‘Ain

Klik UK

Apakah Istighatsah kepada Yang Ghaib atau Mayit Merupakan Kufur Besar?

Klik UK

Apa Pendapat Anda Sekalian tentang Pelaku Bid’ah Syirik yang Beristighatsah kepada Para Wali?

Klik UK