Image default
Fatwa

Menggantungkan (Jimat) Penjaga kepada Orang yang Sakit dengan Mengharap kesembuhannya

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

تعليق الحجاب على المريض رجاء شفائه

السؤال الثالث من الفتوى رقم (4393):

س 3: هل يجوز تعليق الحجاب (الحرز) على المريض وقد كتب فيه أدعية نبوية شريفة مع شيء من القرآن الكريم وكتب معه توسل بالأولياء من الصحابة والصالحين وكتب فيه أيضا كلام غير مفهوم بغير لغة العرب ورسم فيه بعض النجوم، أو تعليق أسماء النبي عليه الصلاة والسلام لدفع الضر أو لجلب منفعة واعلم يا شيخ أن والدتنا تذهب لهؤلاء ويخبرونها بأنها مسحورة وأهل البيت كله ولكننا لا نطيعها ولا نصدقها في ذلك ولكن ربما وضعت لنا الأدوية في الأكل والشراب والحجبة التي تأتي بها ربما وضعتها في ثيابنا عندها أو في فرشنا من حيث لا نعلم؛ لأننا وجدنا عندها أحجبة بأسمائنا وأنكرنا عليها ذلك ولكن لم تأبه بنا؟

ج 3: أولا: لا يجوز تعليق ذلك الحجاب على شخص أو وضعه في ثياب أو فراش أو بيت؛ جلبا لمنفعة أو دفعا لضر، وهو من جنس التمائم، واتخاذها شرك؛ لعموم قوله صلى الله عليه وسلم: إن الرقى والتمائم والتولة شرك وقوله صلى الله عليه وسلم: من تعلق تميمة فقد أشرك

ثانيا: تشكرون على النصح لوالدتكم وإنكاركم عليها ما فعلت من اتخاذ الحجب ووضعها في الفرش والثياب وذهابها إلى السحرة والكهان، وعليكم متابعة النصح لها وتعليمها وإنكار المنكر عليها مع رعاية الأدب معها، عسى الله أن يوفقها للتوبة مما تصنع من المنكرات، ولا إثم عليكم فيما فعلت من المنكر إذا قمتم بما وجب عليكم من النصح والإنكار عليها فيما علمتم، ولا حرج عليكم أيضا فيما لم تعلموا به مما وقع منها من المنكر.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو

عضو

نائب رئيس اللجنة

الرئيس

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي

عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

 

Menggantungkan (Jimat) Penjaga kepada Orang yang Sakit dengan Mengharap kesembuhannya    

Pertanyaan Ketiga dari fatwa nomor 4393.

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan menggantungkan (jimat) penjaga kepada orang yang sakit.  (jimat) penjaga itu ditulisi dzikir-dzikir nabawi yang mulia disertai sebagian ayat-ayat al-Qur’an dan tawasul kepada para wali dari kalangan sahabat dan orang-orang salih serta ditulis juga padanya kalimat-kalimat selain bahasa arab yang tidak difahami dan juga digambar juga padanya beberapa bintang, atau menggangtungkan nama-nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk untuk menolak mudharat atau mendapatkan manfaat (kebaikan)? Perlu diketahui wahai Syaikh, bahwa ibu kami pergi ke para dukun dan mereka memberitahunya bahwa beliau dan seluruh penghuni rumah terkena sihir, tetapi kami tidak menaati dan tidak mempercayainya. Akan tetapi kemungkinan beliau menaruh do’a-do’a tersebut pada makanan dan minuman kami, dan juga jimat (penjaga) yang kemungkinan beliau taruh dalam pakaian atau tempat tidur kami tanpa kami ketahui; hal ini karena kami mendapati jimat-jimatnya ada nama-nama kami dan kami pun mengingkarinya tetapi ia menolak untuk meninggalkannya.

Jawaban: Pertama: Tidak diperbolehkan menggantungkan (jimat) penjaga itu kepada seseorang atau menaruhnya pada pakaian atau tempat tidur ataupun rumah untuk mendapat manfaat (kebaikan) atau menolak mudharat karena termasuk jimat yang menggantungkannya merupakan kesyirikan berdasarkan keumuman sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya ruqyah (mantera), tamimah (jimat), dan tiwalah (pelet) adalah syirik.” dan juga sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa menggantungkan jimat, sungguh ia telah berbuat syirik.”

Kedua: Cukup bagi anda sekalian menasehati ibu dan mengingkari perbuatannya berupa memakai (jimat) penjaga, menaruhnya di tempat tidur dan pakaian, serta perginya kepada para penyihir dan dukun. Wajib bagi anda sekalian terus menasehati dan mengajarinya serta mengingkari kemungkarannya dengan memperhatikan adab yang baik dalam bermuamalah dengannya. Semoga Allah memberinya taufiq untuk bertaubat dari kemungkaran yang ia lakukan. Tidak ada dosa bagi anda sekalian atas kemungkaran yang beliau lakukan selama anda sekalian melaksanakan kewajiban yaitu menasehatinya dan mengingkari kemungkaran yang anda sekalian ketahui. Anda sekalian juga tidak berdosa atas kemungkaran yang ia lakukan yang anda sekalian tidak mengetahuinya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil ketua     : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Tidak Mengapa Ruqyah selama Tidak Berupa Kesyirikan

Klik UK

Penjelasan Maksud Penghambaan/Perbudakan dalam Islam

Klik UK

Obat Hati yang Keras

Klik UK