Image default
Fatwa

Barangsiapa Memakai Jimat maka Allah Tidak akan Menyempurnakan Keinginannya

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

من تعلق تميمة فلا أتم الله له

السؤال السابع من الفتوى رقم (5006):

س 7: إنسان مريض وذهب إلى فقيه وكتب له في الورقة قرآنا لا شيء آخر، ثم قال: إذا رجعت إلى البيت فاضرب على كل كلمة من هذه الكلمات المكتوبة من القرآن مسمارا مثلا: الم ذلك الكتاب لا ريب فيه (ألف) يقرأ عليه كلمات ثم يعمل مسمارا ثم (ل) كذلك ثم (م) كذلك… إلى آخر هذا، ثم هذه الورقة يخبئها لمدة عشرة أو خمسة عشر يوما. هل هذا يعتبر شركا بالله، وهل هذه التمائم؟ وهل يجوز ذلك؟

ج 7: لا يجوز هذا العمل؛ لأنه من التمائم التي نهى عنها النبي صلى الله عليه وسلم؛ لقوله صلى الله عليه وسلم: من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع لله له وفي رواية: من تعلق تميمة فقد أشرك.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

Barangsiapa Memakai Jimat maka Allah Tidak akan Menyempurnakan Keinginannya     

Pertanyaan ketujuh dari fatwa nomor 5006.

Pertanyaan: Ada seseorang sakit lalu ia pergi (berobat) kepada seorang yang faqih (pandai/mendalam ilmunya). Sang faqih menulis untuknya ayat-ayat al-Qur’an pada kertas, semuanya ayat-ayat al-Qur’an tidak ada selainnya. Kemudian ia berkata: “Jika engkau telah kembali ke rumahmu, tancapkan paku pada setiap kata dari ayat-ayat al-Qur’an yang telah tertulis ini.” Misalnya: (الم ذلك الكتاب لا ريب فيه), pada huruf alif disuruh membacakan mantera lalu menancapkan paku padanya, kemudian pada huruf lam dan demikian juga pada huruf mim, sampai akhir tulisan yang diberikan. Kemudian kertas ini disuruh disimpan selama sepuluh atau lima belas hari. Apakah ini termasuk kategori syirik kepada Allah? Apakah ini termasuk jimat? Apakah ini diperbolehkan?

Jawaban: Perbuatan ini tidak diperbolehkan, karena termasuk jimat yang telah dilarang oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa menggantungkan tamimah (jimat) maka Allah tidak menyempurkan keinginannya. Dan barangsiapa menggantungkan wada’ah (penangkal penyakit biasanya dari kulit kerang) maka Allah tidak akan memberinya ketenangan.” Dalam riwayat lain: “Barangsiapa menggantungkan jimat maka sungguh ia telah berbuat syirik.”

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil ketua     : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

(Hukum) Menggantungkan Jimat dari al-Qur’an dan Selainnya

Klik UK

Hukum Meminta Bantuan Kepada Para Nabi dan Para Wali

Klik UK

Bernadzar kepada Kuburan Para Syaikh Merupakan Kesyirikan

Klik UK