Image default
Fatwa

(Hukum) Shalat di belakang Orang yang Menulis Jimat

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الصلاة خلف الذي يكتب التمائم

السؤال الثالث من الفتوى رقم (2853):

س 3: إنسان يكتب التمائم وهو إمام المسجد هل تجوز الصلاة وراءه؟

البيان: إن هذا الإنسان يكتب هاته التمائم لا للسحر وإنما لأغراض صغيرة ومنها: صداع الرأس، وللصبي حين نزوله من أمه للرضاع، وهناك مسائل أخرى مثل هاته أرجو أن تبين لي هذه المسألة فهناك علماء يقولون إنه مشرك لا تجوز الصلاة خلفه؟

ج 3: تجوز الصلاة خلف الذي يكتب التمائم من القرآن والأدعية المشروعة ولا ينبغي له أن يكتبها؛ لأنه لا يجوز تعليقها، وأما إذا كانت التمائم تشتمل على أمور شركية فلا يصلى خلف الذي يكتبها ويجب أن يبين له أن هذا شرك والذي يجب عليه البيان هو الذي يعلمها.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

(Hukum) Shalat di belakang Orang yang Menulis Jimat     

Pertanyaan ketiga dari fatwa nomor 2853.

Pertanyaan: Seseorang menulis jimat-jimat sedangkan ia adalah seorang imam masjid. Apakah diperbolehkan shalat di belakangnya?

Keterangan: Sesungguhnya orang ini menulis jimat-jimat bukan untuk sihir tetapi hanya untuk tujuan yang sepele seperti (untuk mengobati) sakit kepala, untuk anak yang sedang disapih dan juga untuk tujuan lainnya. Saya berharap anda menjelaskan kepada saya masalah ini. Apakah memang benar ada ulama’ yang mengatakan bahwa orang itu menjadi musyrik dan tidak boleh shalat di belakangnya?

Jawaban: Diperbolehkan shalat di belakang orang yang menulis jimat dari al-Qur’an dan do’a-do’a yang disyariatkan, tetapi seharusnya ia tidak menulis jimat tersebut karena tidak boleh menggantungkan jimat. Adapun jika jimat tersebut mengandung unsur kesyirikan maka tidak boleh shalat di belakang orang yang menulisnya dan wajib menerangkan kepadanya bahwa ini adalah syirik. Yang wajib menjelaskan adalah orang yang mengetahui tentang perkara jimat ini (bahwa hukumnya haram).

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil ketua     : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Berdo’a kepada Khadam (Pelayan) Al-Asma’ Al-Husna untuk Memenuhi Berbagai Kebutuhan adalah Syirik

Klik UK

Hukum Daging yang Disembelih dalam Acara Maulid Nabi

Klik UK

Hakikat ‘Ain (Pandangan Mata Jahat)

Klik UK