Image default
Fatwa

(Hukum) Sembelihan Orang yang Bersyahadat bahwa Tidak ada Sesembahan yang Berhak diibadahi dengan Benar kecuali Allah dan Melaksanakan Shalat tetapi Ia Menggantungkan Jimat dari al-Qur’an

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

ذبيحة من ينطق بشهادة ألا إله إلا الله مع صلاته ولكن يعلق التمائم من القرآن

السؤال الثاني من الفتوى رقم (181):

س 2: هل تجوز ذبيحة من ينطق بشهادة ألا إله إلا الله مع صلاته وزكاته وصومه وحجه ولكن يعلق التمائم من القرآن وغيره.

ج 2: إن كانت التمائم من القرآن وأسماء الله وصفاته فإن ذبيحة من يعلقها حلال، وإن كانت من غير ذلك، فقد روى أحمد وأبو داود عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إن الرقى والتمائم والتولة شرك وحيث ثبت أنها شرك فذبيحة من يعلقها لا تجوز؛ لأنه مشرك إذا كان يعتقد أن التمائم تنفع وتضر، أما إن كان يعتقدها من الأسباب والله هو النافع الضار فتعليقها من الشرك الأصغر، وترك الأكل من ذبيحته أولى تأكيدا لمنعه من تعليقها وتنفيرا له.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة
عبد الله بن منيع عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي

 

 

(Hukum) Sembelihan Orang yang Bersyahadat bahwa Tidak ada Sesembahan yang Berhak diibadahi dengan Benar kecuali Allah dan Melaksanakan Shalat tetapi Ia Menggantungkan Jimat dari al-Qur’an   

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 181.

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan (memakan) sembelihan orang yang mengucapkan syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dan berhaji tetapi ia menggantungkan jimat yang berasal dari al-Qur’an dan selainnya?

Jawaban: Jika jimat berasal dari al-Qur’an dan asmaullah serta sifat-sifat-Nya maka sembelihan orang yang menggantungkannya adalah halal. Tetapi jika selain dari itu, maka sungguh telah diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya ruqyah (mantera), tamimah (jimat), tiwalah (pelet) adalah syirik.’” Dikarenakan telah dinash bahwa jimat adalah syirik maka sembelihan orang yang menggantungkannya tidak diperbolehkan (untuk dimakan); karena ia orang musyrik jika meyakini bahwa jimat tersebut mampu memberi manfaat dan mudharat. Adapun jika ia meyakininya jimat itu sebagai sebab sedangkan Allahlah Sang Pemberi manfaat dan Pemberi mudharat maka menggantungkannya masuk kategori syirik kecil dan meninggalkan makan sembelihannya lebih utama sebagai penguat akan larangan bagi orang yang menggantungkannya  dan menjauhkan diri darinya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Wakil Ketua    : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Mani’

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

(Hukum) Menggantungkan Jimat (yang berasal) dari al-Qur’an dan selainnya

Klik UK

(Hukum) Shalat di Belakang Orang yang Bersumpah dengan Menyebut selain (Nama) Allah

Klik UK

TERMASUK PERBUATAN SYIRIK MENYEMBELIH UNTA, SAPI, KAMBING DAN HEWAN LAINNYA DI ATAS KUBURAN

Klik UK