Image default
Fatwa

(Hukum) Sujud kepada Selain Allah

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

السجود لغير الله

السؤال الثاني من الفتوى رقم (4400)

س: هناك من يقول: كل من يتقيد برسالة محمد صلى الله عليه وسلم واستقبل القبلة بالصلاة ولو سجد لشيخه لم يكفر ولم يسمه مشركا، حتى قال: إن محمد بن عبد الوهاب الذي تكلم في المشركين في خلودهم في النار إذا لم يتوبوا قد أخطأ وغلط، وقال: إن المشركين في هذه الأمة يعذبهم ثم يخرجهم إلى الجنة، وقال: إن أمة محمد لم يخلد فيهم أحد في النار.

ج: كل من آمن برسالة نبينا محمد صلى الله عليه وسلم وسائر ما جاء به في الشريعة إذا سجد بعد ذلك لغير الله من ولي وصاحب قبر أو شيخ طريق يعتبر كافرا مرتدا عن الإسلام مشركا مع الله غيره في العبادة، ولو نطق بالشهادتين وقت سجوده؛ لإتيانه بما ينقض قوله من سجوده لغير الله. لكنه قد يعذر لجهله فلا تنزل به العقوبة حتى يعلم وتقام عليه الحجة ويمهل ثلاثة أيام؛ إعذارا إليه ليراجع نفسه، عسى أن يتوب، فإن أصر على سجوده لغير الله بعد البيان قتل لردته؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: من بدل دينه فاقتلوه صلى الله عليه وسلم أخرجه الإمام البخاري في صحيحه عن ابن عباس رضي الله عنهما، فالبيان وإقامة الحجة للإعذار إليه قبل إنزال العقوبة به، لا ليسمى كافرا بعد البيان، فإنه يسمى: كافرا بما حدث منه من سجوده لغير الله أو نذره قربة أو ذبحه شاة مثلا لغير الله، وقد دل الكتاب والسنة على أن من مات على الشرك لا يغفر له ويخلد في النار؛ لقوله تعالى: إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء وقوله: ما كان للمشركين أن يعمروا مساجد الله شاهدين على أنفسهم بالكفر أولئك حبطت أعمالهم وفى النار هم خالدون

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

 

(Hukum) Sujud kepada Selain Allah   

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 44000.

Pertanyaan: ada yang berkata: “Setiap orang yang terikat dengan risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan menghadap kiblat dalam shalatnya meskipun ia sujud kepada gurunya tetap tidak kufur dan tidak disebut musyrik.” sampai ia mengatakan: “Sesungguhnya Muhammad bin Abdul Wahhab yang berkata bahwa orang-orang musyrik kekal di neraka jika tidak bertaubat, ia salah dan ekstrim.” Ia juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang musyrik umat ini disiksa kemudian dikeluarkan dan dimasukkan ke surga.” Ia berkata pula: “Sesungguhnya umat Nabi Muhammad tidak akan kekal seseorang pun dari mereka dalam neraka.”

Jawaban: Setiap orang yang beriman dengan risalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan seluruh apa yang beliau bawa berupa syariat (Islam) jika setelah itu sujud kepada selain Allah, baik itu kepada wali, penghuni kubur, guru tarikat maka terhitung sebagai orang kafir yang murtad dari Islam, terhitung sebagai orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam peribadahan kepada-Nya. meskipun ia mengucapkan dua kalimat syahadat sewaktu ia sujud; dikarenakan ia melakukan pembatal ucapannya yaitu dengan sujud kepada selain Allah. Tetapi terkadang diberi udzur dikarenakan kejahilannya maka tidak diberi hukuman sampai ia diberi tahu dan ditegakkan hujah padanya serta diberi tenggang waktu tiga hari untuk mengintrospeksi diri sehingga bertaubat. Jika tetap sujud kepada selain Allah setelah adanya penjelasan maka ia dibunuh karena murtad dari Islam; berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah ia.” Hadits riwayat al-Bukhari dalam shahihnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma. Penjelasan dan iqamatul hujah untuk introspeksi dirinya sebelum dijatuhkan hukuman padanya. Tidaklah ia dikatakan sebagai orang kafir sampai dijelaskan dulu kepadanya. Ia dikatakan sebagai kafir karena sujud kepada selain Allah atau bernadzar atau menyembelih kambing misalnya, untuk selain Allah. Sunguh al-Kitab dan as-Sunah telah menunjukkan bahwa barangsiapa yang meninggal di atas kesyirikan maka ia tidak diampuni dan kekal di neraka; berdasakan firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” dan firman-Nya: “Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.”

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Wakil Ketua    : Abdurrazzaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

(Hukum) Shalat di belakang Orang yang Menulis Jimat

Klik UK

(Hukum) Menggantungkan Jimat dari al-Qur’an dan Selainnya

Klik UK

Hukum Menyembelih Hewan untuk Mayit yang Dianggap Wali Allah

Klik UK