Image default
Fatwa

(Hukum) Shalat di Belakang Orang yang Bersumpah dengan Menyebut selain (Nama) Allah

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الصلاة خلف من يحلف بغير الله

السؤال الثاني من الفتوى رقم (4876):

س 2: هل تجوز الصلاة خلف من يحلف بغير الله ويلبس التمائم وله عقيدة في شيخ من مشائخ الصوفية؟

ج 2: الحلف بغير الله قد يكون شركا أكبر وقد يكون شركا أصغر على حسب ما يقوم بقلب الحالف، وكذلك التمائم؛ منها ما يكون به شركا أكبر، ومنها ما يكون شركا أصغر، والاعتقاد في شيخ من مشايخ الصوفية يختلف حكمه باختلاف الاعتقاد وأنت لم تبين حاله في السؤال، ولكن ينبغي نصح هذا الإمام عما يصدر عنه مما لايرضي الله، فإن قبل النصح وإلا فيصلى خلف غيره.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو الرئيس
عبد الله بن قعود عبد الله بن غديان عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

(Hukum) Shalat di Belakang Orang yang Bersumpah dengan Menyebut selain (Nama) Allah

Pertanyaan kedua dari fatwa Nomor:4876

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan shalat di belakang orang yang bersumpah dengan selain nama Allah, memakai jimat, dan memiliki aqidah terhadap salah seorang syaikh sufi?

Jawaban: Bersumpah dengan nama selain Allah terkadang menjadi syirik besar dan terkadang pula menjadi syirik kecil tergantung apa yang dimaksud/diyakini dalam hati orang yang bersumpah. Demikian juga memakai jimat; bisa menjadi syirik besar ataupun syirik kecil. Adapun keyakinan terhadap salah satu syaikh sufi maka hukumnya berbeda sesuai dengan perbedaan i’tiqad yang diyakininya, anda belum menyebutkan keyakinannya dalam soal anda. Meskipun demikian selayaknya untuk menasehati imam tersebut terhadap perbuatannya yang tidak dirihai Allah. Jika ia menerima, itu yang diharapkan tetapi jika tidak menerima maka shalatlah di belakang selainnya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Related posts

Hukum Menyembelih Hewan untuk Keridhaan Musuh

Klik UK

(Hukum) Rukuk kepada Kedua Orang Tua

Klik UK

Sebaik-baik Petunjuk adalah Petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Sejelek-jelek Perkara adalah Perkara Baru yang Diada-adakan

Klik UK