Image default
Fikih

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Jihad di Jalan Allah

Keutamaan Jihad di Jalan Allah

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (20) يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ (21) خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (22)

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan..  Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal.  Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS At –Taubah: 20-22).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah -dan Allah lebih mengetahui dengan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya- seperti perumpamaan orang yang berpuasa dan melakukan shalat malam, dan Allah menjamin bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya apabila meninggal maka Dia akan memasukannya ke dalam surga, atau kembali pulang dengan selamat dengan membawa pahala atau harta rampasan perang” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abdullah bin mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Amalan apakah yang paling utama? Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”, lalu aku bertanya kembali: Kemudian apa lagi? Beliau mejawab: “berbakti kepada kedua orang tua”, lalu aku bertanya kembali: kemudian apa? Beliau mejawab:  “Jihad dijalan Allah”. (Muttafaq ‘alaih).

 

Keutamaan Membekali Seorang Mujahid Atau Menjadi Penanggung Jawab Dalam Sebuah Kebaikan:

Dari  Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membekali seorang mujahid untuk berperang di jalan Allah maka sungguh ia telah ikut berperang,  dan barangsiapa yang menjadi penanggung jawab yang baik (terhadap harta dan keluarga mujahid) maka sungguh ia telah ikut berperang” (Muttafaq ‘alaih).

 

Ancaman Bagi Orang Tidak Berjihad Di Jalan Allah

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang enggan berperang, atau enggan untuk mebekali orang yang berperang, atau menjadi penanggung jawab yang baik bagi keluarga seorang mujahid (di jalan Allah) maka Allah akan menimpakan kepadanya sebuah bencana sebelum datangnya hari kiamat”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Related posts

Ringkasan Fikih Islam : Hukuman Bagi Seorang Yang Menuduh Berbuat Zina

Klik UK

Hukuman Had Pelaku Zina

Klik UK

Hukuman Had Bagi Pencuri

Klik UK

Leave a Comment