Image default
Sejuk Hati

Belajarlah! Anda akan cemerlang

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ ؛ فَإِنَّهُ رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَـى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ

Terjemah Hadits

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah bersabda: Semoga Allâh memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadits kami, lalu ia menghafalnya dan menyampaikannya ke orang lain. Banyak orang yang membawa fiqih namun ia tidak memahami. Dan banyak orang yang menerangkan fiqih kepada orang yang lebih faham darinya.

Takhrij Hadits

Hadits ini shahîh, diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnadnya (V/183), Imam ad-Dârimi (I/75), Imam Ibnu Hibbân (no. 72 dan 73–Mawâriduzh Zham’ân). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani t dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 404).

 

Penjelasan kosa kata

نَضَّرَ : Cemerlang wajahnya

فَحَفِظَهُ: Lalu menghafalnya

يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ : menyampaikannya kepada orang lain

حَامِلِ فِقْهٍ : Penyampai hadits.

 

Penjelasan hadits secara umum

Para ulama menjelaskan pengertian sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ini adalah :

Pertama, semoga Allâh subhanahu wa ta’ala memberikan cahaya dan mengindahkan wajah orang yang mendengar sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam .

Kedua, Allâh subhanahu wa ta’ala akan mengantarkan orang tersebut kepada kenikmatan Surga. Maksud-nya, orang-orang yang mendengarkan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam , akan Allah  bimbing kepada kenikmatan Surga pada hari Kiamat.

Ini adalah do’a Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam buat orang-orang yang benar-benar mendengarkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, memahaminya, mengamalkannya dan mendakwahkannya. Orang-orang itu akan memperoleh dua keutamaan, yaitu diberi keindahan wajah dan dibimbing untuk meraih kenikmatan Surga.

Jadi, wajah ceria dan berseri-seri yang dimiliki oleh orang yang mendengar sunnah Rasûlullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu memahaminya, menghafal, menjaga (hafalannya) lalu menyampaikannya adalah pengaruh dari manisnya (iman), kecerahan, dan kebahagiaan hati dan jiwanya.[1]

Dalam hadits ini juga dijelaskan bahwa banyak orang yang membawa hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi ia tidak bisa memahaminya dengan baik. Ada juga yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham (lebih faqîh). Ada orang yang didiberitahu tentang ilmu namun ia lebih faham daripada orang yang memberitahukannya. Namun, bagaimanapun keadaannya, orang yang menyampaikan ayat-ayat al-Qur’ân, hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam , maupun ilmu-ilmu syar’i lainnya, tetap mendapatkan pahala sebagai orang yang menyebarkan ilmu.

 

Faedah Hadits

Berdasarkan hadits ini, kita bias memahami empat tingkatan ilmu :

  1. mendengar dan menyimak ilmu dari sumbernya.
  2. Berusaha memahami dan meresapi kandungannya
  3. Berkomitmen untuk menjaganya agar tidak hilang, dengan berusaha maksimal untuk menghafalnya.
  4. Menyampaikan dan menyebarkannya kepada ummat

Yang memiliki keempat tingkatan ini mendapatkan do’a Nabi  dalam hadits ini.

  1. Berisi anjuran menuntut ilmu syar’i.
  2. Berisi anjuran untuk mempelajari hadits-hadits Nabi dan menyebarkan ilmu.
  3. Hadits ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan ash-hâbul hadîts.
  4. Keutamaan menulis dan menghafalkan hadits.

Semoga bermanfaat.

 

[1]      Miftâh Dâris Sa’âdah (I/275-276) karya Ibnul Qayyim rahimahullah . Lihat juga al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu min Durari Kalâmil Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (hlm. 70-72) ta’liq Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi, dengan sedikit tambahan.

Related posts

Hakekat Qanaah

Klik UK

Ruang Lingkup Istiqamah

Klik UK

Istiqamah Anugerah Ilahi

Klik UK